Peristiwa ini terjadi Selasa Dini Hari tadi, 5 Februari 2008, Pukul 2.00-2.30 pagi. Aku menyadari hal itu karena aku terjaga pada jam setengah tiga pagi. Yah, itu adalah sebuah mimpi. Hal yang sangat umum terjadi pada saat kita tidur, saking seringnya mimpi diibaratkan juga sebagai bunga tidur.
Aku memang bermimpi, dan masih jelas terbayang setelah aku terjaga. Walaupun detil mimpi tersebut tidak begitu jelas. Peristiwanya tetap membekas.
Di suatu waktu, di suatu tempat, aku tergesa-gesa memasuki mesjid untuk berjamaah. Mesjid ini besar, entah sudah tua atau memang belum sepenuhnya selesai dibangun. Yang jelas, bagian depan/muka ruangan sholat (saf bagian belakang) masih belum dilapisi karpet dan tampak masih berupa plesteran semen (atau malah cuma pasir???).
Sholat sudah dimulai, mungkin sholat Isya karena suara imam terdengar keras dan empat rakaat. Aku tertinggal dua rakaat. Setelah selesai tahiyat awal, aku mulai takbiratul ihram menyusul sholat. Bersamaan dengan itu, shaf yang tadinya bolong2 mulai merapat ke depan, aku ikut merapat karena ada "seseorang" yang memintaku untuk maju merapat.Aku mulai Sholat. Aku ingat dengan jelas membaca surat Wal Ashri innal insaana la fi husr...dst... setelah surat Al Fatihah.
Pada saat itu lah, kudengar ada suara yang sangat keras di sebelah ku "perhatikan shaf! luruskan shaf! Ada garis petunjuk shaf yang agak miring ke arah kanan. Aku berusaha menyejajarkan diri searah garis shaf itu, agak berat tetapi akhirnya aku berhasil.
Aku lanjutkan sholat, gerakan sholat, bacaan sholat. Sampai pada suatu bacaan yang sedang aku lapalkan (ah, aku lupa apa itu???) terdengar kembali suara keras dari sebelah ku : "Apa artinya?, apa maksudnya??!!!" seperti orang membentak.
Jawab ku : "Aku berserah diri kepada NYA". suara itu : "Bagus, benar, baik"...
Begitulah, aku cuma merasa bahwa itu bukan sekedar mimpi, bukan bunga tidur. Apakah ini merupakan bagian dari episode "pencarian ku?"
"Aku berserah diri kepada NYA" sepertinya itu adalah ada kata kunci yang sengaja "diajarkan" kepada ku. Aku diharapkan dapat menjalankan "wahyu" tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Kenapa melalui mimpi? Karena aku belum mampu menangkap "petunjuk" dalam keadaan di luar tidur, dalam keadaan sengaja "tidur".... Wallahu alam bissawab...
 | Hemmm luar biasa, saya juga pernah mendengar hal yang sama dari seorang saudara perguruan. Mungkin bang Rasyid menjalani proses mencapai masa pencapaian yang hingga kapan itu akan kita dapat. Pasrah intinya ... |
| |
|