Beberapa teman yang sempet ngeliat (sedikit) langkah maen pukulan ini langsung nyeletuk : “wah, maenan Sabeni tuh….”. Loh kok bisa sih? hehe…emang sama yak?
Setelah sempet ketemu Bang Izul dan Bang Rosyid (Sabeni Rahmat) di Padepokan Silat TMII dan murid-muridnya memperagakan maenan Sabeni, baru ngeh deh.
Ternyata ada unsur persamaan (ciri khas) di sabetan kaki. Tapi kalo langsung diambil kesimpulan itu maenan Sabeni? Kayaknya ngga juga deh.
Ada beberapa perbedaan :
- Maenan Kong Iyi Cuma terdiri dari 7 langkah; (langkah 1, langkah 2, langkah 3, langkah 1 puter, langkah 2 puter, langkah 4 dan langkah 5);
- Arah gerak langkah dari sikap pasang tidak ke satu jurusan, tetapi bolak-balik (4 arah) posisi akhir tidak sama dengan sikap pasang walaupun di tempat yang sama;
- Ada gerak pecah (pecah langkah), desek (seser) trus robah arah gerak dengan mengubah posisi kaki (bisa dianalogikan dengan jurus pancer nya Cikalong);
- Gerak pecah langkah disusul dengan sabetan kaki;
- Sabetan kaki diimbangi dengan tangkep-lepas atau gedor dada;
- Sabetan kaki tidak Cuma se arah, tapi kanan-kiri-belakang, terutama mulai dari langkah 1 puter;
- Waktu menyabet posisi badan tidak tegak, pinggang sampe bahu ikut membantu gerak sabetan;
- Posisi ideal adalah setengah badan, jarak antara kedua kaki agak lebar, posisi kaki yang di depan menekuk kokoh (istilahnya : betaju); yang di belakang mengikuti agar posisi mantap, kokoh dan nyaman (berumah)
- Jarak antara kedua tangan harus berdekatan, dekat ke badan (tidak lurus ke depan), kedua tangan harus cepat berganti (susul menyusul) dalam setiap gerakan dan kondisi) dengan konsep tangkep-lepas;
- Pergelangan tangan luwes;
- Fungsi tangan kiri dan kanan untuk tangkep-lepas (buat mukul juga donk…);
- Ada kiyud dan tengok, yaitu egosan pundak dan buang kepala pada setiap gerakan pecah;
Prinsip dalam sambut :
- Serangan oleh tangan harus ditangkep, tapi sekaligus juga jangan di tahan kalau musuh berontak;
- Prinsip serangan rata-rata sama dengan maenan betawi lainnya, yaitu sekali masuk harus “dapet”;
Demikian sekilas prinsip dan ciri-ciri khas maenan Kong Iyi
Kembali ke persamaan dengan maenan Sabeni, kalao di Kemanggisan ada maenan yang sabetannya mirip dengan sabetan Sabeni. Maenan ini diajarkan oleh Kong Ce’od buta, masih sodara misan Kong Iyi. Kong Ce’od juga guru pukul dan satu-satunya guru pukul dari Kemanggisan yang cukup di kenal orang.
Persamaan dengan maenan Sabeni terletak di sabetan kaki dan posisi badan waktu nyabet. Nah, menurut cerita Kong Ce’od dulu pernah belajar ke Kong Sabeni, terutama belajar kelabang nyebrang nya.
Kong Iyi sewaktu masih hidupnya tidak pernah bercerita dari mana asal permaenannya, siapa gurunya dan di mana belajarnya? Tidak juga memberi tahu apa nama dari maenannya. Sewaktu murid-muridnya ingin memberi nama dengan silat KERA PUTIH, Kong Iyi melarang sekaligus juga tidak membolehkan untuk membentuk perguruan resmi (formal/PS).
Sebagai orang yang masih terhitung cucu keponakan dari Kong Iyi, saya merasa sayang apabila maenan ini lama-kelamaan akan hilang begitu saja. Saat ini hanya ada satu orang yang pernah dinyatakan lulus oleh Kong Iyi dan berhak mengajar (paman/ncing saya).
Oleh karena itu secara bertahap saya akan berusaha mengumpulkan informasi dan menggali asal-usul dari maenan Kong Iyi ini. Mudah-mudahan ada titik terang dan kemudahan. Amiin…
AR
Yang masih mencari