Prince Of Batavia's Site

Blog EntryKesadaranDec 25, '07 11:28 PM
for everyone

DIALOG SANG BUDHA DAN MURIDNYA

 

Pada suatu ketika Sang Budha ditanya oleh salah seorang muridnya : Wahai Sang Budha bagaimana kah engkau dapat kan Pencerahan ini, sedangkan kami sangat sulit mencapainya?

 

Sang Budha menjawab : waktu aku minum, aku minum. Waktu aku makan, aku makan,  waktu bicara aku bicara, waktu bernafas, aku bernafas, waktu tidur, aku tidur. Begitulah aku jalani hidupku

 

Jawaban yang sederhana, tapi cukup membingungkan. Bahkan sang murid pun hanya dapat terbengong-bengong. Baru setelah Sang Budha menjelaskan mereka dapat mengerti. Mengerti? Belum tentu… kalau sekedar mengerti kalimat-kalimat penjelasan mungkin iya. Tapi untuk memahami dan secara SADAR mengerti, itu hal lain lagi. Apa lagi mampu menjalankannya, ntar dulu dehhh…

 

Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan jawaban Sang Budha di atas? Sang Budha telah memberi pelajaran (untuk kita semua mungkin juga berguna) bahwa hidup ini harus dijalani dengan penuh KESADARAN. Perhatian kita terpusat pada apa yang sedang kita lakukan. Ini adalah suatu latihan untuk mencapai suatu kesadaran tertinggi yang akan membawa seseorang kepada penceahan. Waktu makan/minum, lakukanlah dengan penuh kesadaran, sadari bahwa kita sedang mengunyah makanan dan menelannya sampai masuk keperut. Tidak tergesa-gesa seperti tidak pernah ketemu makan selama bertahun-tahun.

 

Kita sedang bernafas, bernafaslah dengan penuh kesadaran. Rasakanlah aliran udara yang memenuhi paru-paru dan mengalir keseluruh pembuluh darah. Karena itulah yang memberikan gerak kehidupan tubuh kita.  Dan begitulah seterusnya kita hidup

 

Kebanyakan dari kita memang menyepelekan hal ini. Tetapi inilah hal-hal kecil yang dapat memberikan perubahan besar dalam hidup kita.  Bagaimana dapat kita capai suatu kesadaran kalau kita melek tapi tidur?

 

Dalam bahasa orang-orang pintar : jangan biarkan mind mendominasi aktifitas kita.

 

 

(kalimat-kalimat dalam dialog Sang Budha dan muridnya dikutip dari sebuah buku Anand Krishna, sayangnya saya lupa judulnya. Dan Kalimatnya pun tidak sama persis.)


Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help