INDONESIA DALAM DUKA
‘’Mungkin Tuhan mulai bosan
Melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga
Dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat
Dengan kita..’’
Potongan bait lagu yang dilantunkan Ebiet G. Ade tersebut saat ini sangat pas menggambarkan apa yang sedang kita alami di bumi ini.
Bencana alam seolah begitu enggan meninggalkan kita, entah sampai kapan…
Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Sejak Sunami melanda Aceh ND, bencana lainnya susul menyusul saling berlomba memporak porandakan Ibu Pertiwi.
Gempa bumi di Yogyakarta, Gunung meletus, Banjir, kecelakaan di darat, laut dan udara, bagaikan para pelari cepat saling berkejaran
Hari-hari ini kita sedang dihantui oleh bencana banjir, beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah tergenang air, Jakarta apalagi… Muara Baru bahkan mendapat kiriman air laut pasang. Jadi rupanya Bogor tidak lagi menjadi satu-satunya suplier banjir untuk Jakarta.
Berita tadi malam menambah dokumentasi duka derita, longsor di lereng gunung Lawu telah mengubur hidup-hidup puluhan bahkan mngkin ratusan saudara-saudara kita (Inalillahi wa ina ilaihi roji’un…)
Apakah yang sedang terjadi? Benarkah Tuhan mulai bosan?
Itu satu hal yang tidak akan pernah terjadi, karena Tuhan bukanlah kita yang mudah bosan, Tuhan suci dari sifat-sifat rendah manusia…
Kita lah yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa kita.
Bencana ini, musibah ini, duka derita ini 100 % adalah akibat perbuatan kita, salah kita. Kita lah yang tidak bersahabat dengan alam, kita lah yang secara membabi buta telah merusak alam. Alam yang rusak tentu tidak mampu bertahan terhadap goncangan, hutan yang gundul tentu tak akan mampu menahan banjir. Sampah yang menggunung tentu saja akan mengundang banjir….Gempa bumi? Gunung meletus? Tentu saja berkaitan dengan kondisi alam yang lemah akibat kerusakan… penambangan migas dan bahan mineral lainnya yang tidak terkendali bukankah mengakibatkan kerusakan di perut bumi….
Bencana erosi slalu datang menghantui,Tanah kering kerontang
Banjir datang
Itu pasti (Iwan Fals)
Apa yang dapat menghentikan semua bencana ini?
Berhentilah merusak alam sekarang juga