Prince Of Batavia's Site

Ochid's posts with tag: silat

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag silat
ddd
dThumbnaild
ddd
Syukuran hut ke-2 FP2STI dan Diskusi Bulanan Sahabat SIlat
hari sabtu, 2 Juni 2008 di Aula terbuka Padepokan Pencak SIlat Taman Mini Indonesia Indah,. Diskusi mengahdirkan Silat Tradisional Banten, yaitu SILAT BANDONG dari Padepokan Karang Tunggal, Bojonegara, Serang Banten

Blog EntryHUT KE-2 FP2STI DAN DISKUSI BULANAN SAHABAT SILATJun 22, '08 12:17 AM
for everyone
Alhamdulillah..
Bertempat di ruangan Persilat Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, tanggal 21 Juni 2008, hari Sabtu jam 11, kami mengadakan syukuran HUT ke-2 FP2STI. Walaupun sederhana, tapi tidak mengurangi kekhidmatan acara ini.
Kami patut berbangga hati karena karena Bapak Eddy M Nalapraya, Presiden Persilat yang juga pembina FP2STI berkenan hadir dan memberikan pengarahan, semangat, dan tantangan agar kami tetap semangat dalam berjuang mengembangkan dan melestarikan SIlat Tradisional Indonesia.

Syukuran ini juga dihadiri oleh Guru Besar Cikalong dan CIngkrig Goning, para sesepuh dan guru besar SIlat Bandrong, dan anggota tim Silat Bandrong yang akan mengisi acara diskusi bulanan setelah syukuran ini, dan tentu saja para sahabat silat

Acara sederhana ini hanya berisi ramah-tamah, sedikit sambutan dan kilas balik 2 tahun FP2STI, serta pemotongan tumpeng, dan makan siang bersama (tumpeng dan nasi timbel).

Rekaman peristiwa dan pernak-perniknya dapat dilihat di Foto Gallery.

Wassalam

Videojawara perempuan beksi.mpgMay 22, '08 7:07 PM
for everyone
aksi pesilat wanita beksi tradisional h. hasbulloh
setu babakan 20 mei 2008


jawara perempuan beksi.mpg (4.0 MB)

dalam rangka khataman dan khaul 1 tahun silat beksi tradisional h. hasbullah
di setu babakan, selasa, 20 mei 2008


peragaan aplikasi silat beksi tradisional h hasbulloh.mpg (3.5 MB)

Videoaksi jawara cilik.mpgMay 22, '08 6:40 PM
for everyone
peragaan jurus silat beksi tradisional h. hasbulloh
dalam rangka khataman dan khaul 1 tahun silat beksi tradisional h. hasbulloh.
bertempat di perkampungan budaya betawi setu babakan
pada tanggal 20 Mei 2008


aksi jawara cilik.mpg (5.3 MB)

Blog EntryBeberapa Alasan Orang Belajar dan Berlatih SilatApr 27, '08 10:27 PM
for everyone
    Dalam pengamatan saya ada beberapa alasan orang belajar dan berlatih  silat :

  1. Karena adat dan budaya : Contohnya dalam lingkungan masyarakat Betawi dikenal jargon Sholat dan Silat. Artinya adat dan perilaku dipengaruhi oleh dua faktor tersebut. Sholat, karena kultur masyarakat Betawi sangat kental akan pengaruh agama Islam. Silat adalah kegiatan rutin yang "wajib" dilakukan anak-anak Betawi (yang sayang nya saat ini sudah banyak berkurang dan ditinggalkan). Maen Pukulan pernah menjadi trade mark anak2 Betawi. Bukan anak Betawi kalo kagak bise maen pukulan. Jadi Silat di sini adalah bagian dari adat dan budaya, orang belajar silat karena budaya setempat "memaksanya" untuk itu.
  2. Karena alasan kesehatan : Silat adalah kegiatan gerak badan, seluruh anggota tubuh bergerak pada saat berlatih dan bermain silat. Jadi orang yang menyukai olah raga dan menyadari pentingnya kesehatan ada yang memilih Silat sebagai kegiatan olah raga.
  3. Mengejar prestasi : Hal ini berlaku bagi atlet-atlet pencak silat yang bernaung dalam IPSI. Belajar dan berlatih silat untuk mengejar prestasi di arena pertandingan.
  4. Karena alasan pekerjaan : Mereka yang bekerja sebagai security, polisi, tentara, body guard wajib memiliki kemampuan bela diri. Silat menjadi salah satu bela diri yang banyak dipelajari.
  5. Untuk bela diri : Alasan ini adalah alasan yang sangat umum dan klasik. Alasan ini biasanya berlaku bagi orang-orang yang masih suka berantem atau beranggapan bahwa dirinya selalu terancam bahaya.
  6. Karena mencintai silat : terutama/lebih condong ke pencak silat tradisional. Belajar silat karena cinta terhadap silat, ingin mengembangkan dan melestarikan silat, menjalin silaturahmi dengan sesama, serta mengangkat silat dan para guru silat ke pentas dunia, ceilee.. Jadi tidak hanya belajar jurus dan aplikasi silat tetapi juga mengadakan diskusi silat, workshop, seminar dan lain-lain.
  7. Karena alasan yang tidak bisa dijelaskan dengan kalimat. (ini mah gue banget...kagak tau ape-ape, kagak bisa ape-ape, mangkenye belajar terus dari dulu kagak tamat-tamat, huahahahahaha...)
Billahi taufik wal hidayah

Blog EntryMAENPO CIKALONG PANCER BUMIApr 20, '08 9:42 AM
for everyone
            Dalam forum diskusi SahabatSilat yang dikelola oleh Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia (FP2STI) yang dapat diakses di, http://sahabatsilat.com/forum/index.php?topic=39.0 telah banyak dibahas tentang Maenpo Cikalong ini. Topik ini dapat dilihat di thread ALIRAN PENCAK SILAT.

Oleh sebab itu di sini tidak akan diuraikan lagi sejarah, asal-usul dan aliran silat yang termasuk dalam Maenpo Cikalong. Hal ini untuk menghindari distorsi dan kesalahan penulisan akibat keterbatasan pengetahuan saya tentang Maenpo Cikalong.

Yang ingin saya share di sini hanya pengalaman pribadi saya selama mengikuti latihan dan proses pembelajaran Maenpo Cikalong. Saya sengaja menuliskan frase “proses pembelajaran” karena dalam Maenpo Cikalong ini saya tidak hanya berlatih jurus, teknik dan aplikasi maenpo, tapi lebih dari itu saya belajar untuk menjadi pribadi yang mengenal silat seutuhnya (teknik, jurus, aplikasi, kaedah, budi pekerti, social relationship, dan penerapan kaedah silat dalam kehidupan sehari-hari).

 

1.      PERKENALAN

 

Perkenalan saya dengan Maenpo Cikalong bisa dikatakan terjadi secara tidak sengaja.  Ketika itu saya sedang berkunjung ke Padepokan Pencak Silat di TMII, dengan maksud bersilaturahmi dengan teman-teman FP2STI yang berlatih Cingkrig Goning. Ternyata teman-teman yang saya cari sedang tidak berlatih. Saya akhirnya Cuma ngobrol-ngobrol dengan pelatih Cingkrig Goning (Bpk Tb. Bambang S). Waktu sedang asyik-asyik nya ngobrol datanglah empat orang yang katanya mau berlatih silat cikalong. Saya berkenalan dengan beliau-beliau tersebut. Karena hari itu hujan sangat derasnya dan udara begitu dingin, latihan Silat Cikalong diliburkan (eh, ternyata bukan karena alasan hujan…rupanya para murid Silat Cikalong tidak ada yang datang..)

Keempat orang yang saya temui itu di kemudian hari saya ketahui sebagai : satu orang Guru Besar Maenpo Cikalong, 2 orang asisten pelatih, dan satu orang murid senior yang juga salah satu senior di FP2STI.  Perkenalan ini belum berarti apa-apa buat saya.

 

Peristiwa kedua,

 

Saya mengenal teman-teman FP2STI hanya melalui forum diskusi (dunia maya)..  Nah, pada satu kesempatan chat konfrens YM  kami janjian untuk copy darat. Setelah melalui diskusi alot tentang lokasi pertemuan akhirnya diputuskan bertemu di Gedung Hydro di daerah Cawang Jakarta Timur.

Akhirnya ketemuan lah dengan teman-teman. Ngobrol dan diskusi, asyiknya...suatu pengalaman luar biasa bertemu para sahabat yang begitu familiar dan rasa persahabatan yang tinggi biarpun berasal dari latar belakang silat yang berbeda. Di sini saya merasakan nuansa persahabatan dan silaturahmi yang erat. Kami berdiskusi santai dengan bumbu khas : serius tapi tak pernah lepas dari canda dan tawa..luar biasa…

Setelah puas berdiskusi, datang juga kesempatan mengenal apa itu “Silat Rasa”. Jujur selama ini saya tidak pernah tau apa itu silat rasa, yang saya tau silat itu adalah “cepat dan keras” di mana  kekuatan dan refleks gerakan adalah faktor utama di samping tentu saja kecerdasan motorik. 

Setelah “nempel” dengan dua orang sobat (maaf nama ga berani saya sebutkan takut yang bersangkutan tidak berkenan karena beliau adalah senior saya), saya baru sadar bahwa ada hal yang lebih tinggi dalam silat selain kecepatan dan kekuatan. Ini lah yang dinamakan “rasa”. Saya keget, penasaran dan sekaligus kagum. Kok bisa ya, gerakan cepat dan power saya mendadak “berhenti” begitu nempel dengan beliau. 

“Ini lah Maenpo Cikalong”, kata sang teman. Akhirnya bubar lah pertemuan pertama ini dengan meninggalkan kesan yang sangat dalam di hati dan sejak saat itu saya  bertekad ingin belajar silat rasa tersebut.

Kesempatan itu datang pada malam satu Muharam (2008). Saya di beritahu bahwa malam jumat itu akan diadakan tayakuran satu tahun pelatihan Maenpo Cikalong di Jakarta. Malam itu bertepatan dengan tanggal 1 Muharram.  “Apa saya boleh hadir?” tanya saya waktu kami chatting seperti biasa dengan beberapa teman SahabatSilat. “boleh” jawab salah satu teman. Kurang puas saya tanya lagi senior Cikalong, “Uda, nanti malem ane boleh dateng ga?” tentu aja boleh, bang..” jawab beliau. Alhamdulillah..

 

Peristiwa ketiga

 

Malam itu, Ju’mat satu Muharram datang lah saya ke Gd Hydro tempat tasyakuran diadakan. Sebelumnya saya sudah janjian dengan beberapa teman yang sudah saya kenal lebih dulu. Saya datang terlambat, tasyakuran sudah selesai. Maka, begitu tiba dan bersalam-salaman, makan lah saya…wah, enak banget datang langsung makan.

Sesudah itu latihan Maenpo Cikalong dimulai. Ini yang saya tunggu-tunggu melihat apa dan bagaimana silat rasa itu. Wah, ternyata jurus nya sangat sederhana : 10 jurus dan 3 pancer. Mudah dilihat, di contoh, dan dihapal. Apakah sesederhana itu? Jawabannya adalah tidak. Dan itu saya buktikan di kemudian hari.

Di tengah berlangsung nya latihan, saya dikenalkan dengan Guru Besar Maenpo Cikalong : Pak Haji Aceng -saya sudah beberapa kali mendengar nama beliau- ternyata beliau ini adalah salah seorang yang saya temui  di Padepokan Pencak Silat TMII waktu itu. Wah, ini luar biasa..karena waktu bersalaman pertama kali dulu saya tidak tau siapa beliau dan tidak menyangka bahwa kemudian hari beliau akan menjadi guru dan pembimbing yang sangat saya hormati.

Saya memperkenalkan diri ke Pak Haji dan mengingatkan bahwa kami pernah satu kali ketemu di Padepokan dan sempat mengobrol sebentar sambil menunggu reda nya hujan deras waktu itu. Dengan ramah dan rendah hati (yang kemudian hari saya tau merupakan sifat dan karakter Pak Haji) Pak Haji minta maaf karena lupa, “maklum sudah tua” kata beliau. “Tadi waktu pertama liat Bang Rasyid kok rasanya pernah ketemu, tapi lupa kapan dan di mana..” Pak Haji melanjutkan. Saya baru saja mendapat pelajaran pertama dari Pak Haji : ramah dan rendah hati.

Setelah ngobrol agak lama, saya sampaikan niat saya : “Pak Haji, saya mau belajar Cikalong..” “Boleh saja” kata Pak Haji, “tapi silat Cikalong jelek,  cocok nya buat orang tua” Pak Haji melanjutkan (lagi-lagi merendah). “Cocok buat saya Pak Haji, saya kan sudah tua juga..” saya ga mau kalah. Lah, yang berlatih aja masih muda semua gumam ku dalam hati…

“Ga  masalah Pak Haji, saya sudah terlajur tertarik dan ingin belajar” saya menegaskan niat saya.  Pak Haji kemudian memanggil Pak Haji Azis. Beliau adalah pelatih Maenpo Cikalong –dan juga salah satu yang ketemu pertama kali di Padepokan-Pak Haji Aceng kemudian menyampaikan niat saya untuk berlatih Cikalong ke Pak Haji Azis dan meminta untuk melatih saya dasar-dasar jurus Cikalong. Singkat kata saya diterima dan ditawarkan apakah mau mulai malam ini atau minggu depan? Wah, bingung juga saya..ah, sekarang aja deh..

Maka, mulai lah saya berlatih Maenpo Cikalong..

 

2.      BELAJAR MAENPO CIKALONG

 

Pada tahun 2008 ini bertepatan dengan tanggal 1 Muharram saya mulai mempelajari silat rasa dari Cikalong, yang dikenal sebagai Paguron Maenpo Cikalong Pancer Bumi.

 

Jurus-jurus Maenpo

 

Pada pertemuan yang pertama ini, Pak Haji Azis sebagai pelatih telah berbaik hati menawarkan untuk  mengajarkan saya 10 jurus sekaligus. Tadi nya saya sempat ragu, apakah saya mampu menyerap semua jurus itu pada latihan yang pertama ini. “Kita coba aja dulu satu persatu, sampe berapa jurus Bang Rasyid mampu pada pertemuan pertama ini..” begitu kata Pak Haji.  Dengan kemurahan hati beliau, tak terasa jurus demi jurus saya praktekkan.

 

10 Jurus Maenpo Cikalong Pancer Bumi :

1.      Jurus

2.      Suliwa

3.      Serong

4.      Kocet

5.      Susun

6.      Tomplok

7.      Lipet Potong

8.      Jurus Tujuh

9.      Potong Serong

10.  Serut

Di tutup dengan 3 pancer : pancer 1, pancer selah bumi, pancer 2 (yang akan diberikan pada latihan minggu berikutnya)

 

Dan malam itu saya “tamat” mempelajari gerakan 10 jurus Maenpo Cikalong ini. 10 jurus yang sederhana, dan jauh dari keindahan seni pencak silat yang selama ini saya kenal. Gampang banget, dalam hati saya berkata penuh kesombongan. Padahal ini adalah awal dari “kesulitan-kesulitan” pada latihan selanjutnya. Kesulitan yang makin membuka mata saya akan tingginya nilai pencak silat ini.

 Wabillahi Taufik wal Hidayah...

 

-Sekian-


Blog EntrySERANGAN DI PINGGANG (2)Apr 6, '08 5:48 AM
for everyone

Nyambung sedikit lagi..
Bangun tidur pagi nya, aku serasa jadi bayi kembali. Maksudnya aku cuma bisa gerakin sedikit tangan dan kaki, sedikit gerakan badan, miring kiri—miring kanan..

Bedanya kalo bayi lagi gerak2 gitu kan lucu ya..nah kalo aku malah jadi keliatan syereem… because sembari bergerak sembari meringis kesakitan..bayangin aja bangun tidur masih berantakan udah nyengir2 kesakitan, heheheee…

 

Setelah berjuang agak keras aku berhasil bangun dari tempat tidur, ke kamar mandi, gosok gigi, cuci muka.. dan mulai latian jalan. Pelan-pelan..makin lama makin lancar. Tapi kalo pas mau duduk sakit lagi di pinggang. Bangun dari duduk sakit juga..setelah dikerik oleh bojo ku, serasa agak mendingan sih, ah..mungkin cuma masuk angin..

Tapi kok ga lama kaku lagi, sakit lagi kalo bergerak agak ekstrim..

 

Udah gitu pake acara flu juga nih..terpaksa minum obat flu. Hasil nya? Ngantuk berat.

Aku tidur seharian dengan bonus kesakitan waktu mau bangun…

 

Sorenya diantar istri tersayang aku ke ahli fisioteraphy.. Diagnosa nya biasa aja, otot kaku dan beban pinggang yang ga sama antara kiri dan kanan ( yang sakit yang sebelah kanan). Tapi kok bisa parah gini yak? Ternyata, menurut pak fisioteraphis, ini sudah berlangsung lama bertahun-tahun.. Oh..bener juga ya.. setelah kupikir-pikir emang kadang beban tubuhku ga rata, sering capek dan lelah dan kaki kiri menjadi lebih lemah dari kaki kanan.. Pernah jatuh? Waktu kecil mah sering banget..sekarang aja kalo latian masih sering jatuh dibanting temen, wakakakakakak…

 

Kesimpulannya aku harus istirahat, ga boleh capek dan diam pada satu posisi dalam waktu yang lama, dan ga boleh olah raga dulu. Lha..aku kan emang ga suka olah raga..cuman kalo dah latian silat suka ga inget waktu. Waduuuuh….

 

Minggu, 6 April 2008

"semoga segala kebaikan tercurah untuk umat manusia dan alam semesta"


Blog EntrySERANGAN DI PINGGANG (1)Apr 5, '08 10:05 PM
for everyone
Sebenarnya udah beberapa kali pinggang ku ngadat, kadang waktu bangun tidur kerasa kaku dan agak nyeri kalo digerakin. Kadang waktu bangun dari duduk  terasa berat kalo jalan..
Tapi kucuekin aja, karena biasa nya dengan sedikit gerakan senam dan beberapa jurus tertentu, rasa kaku dan nyeri nya langsung pergi.

Malam Sabtu kemaren cerita nya jadi lain.. Gara-gara batal  maen (nimba ilmu) ke rumah guru silat Tringgani, aku jadi iseng ngajak maen2   satpam kantor.
 Jadilah kita ke ruang kosong di lantai dua . Pertama tama biasa biasa aja, saling nunjukkin pukul-tangkis.. pada satu ketika waktu ku dorong serasa ada gerakan yang kurang pas, ada sedikit rasa nyeri di pinggang, makanya kok agak terasa berat. Ah, cuek aja.. maen lagi.. Dorongan ke tiga mas satpam agak jauh kedorong ke belakang..dan...seketika itu pinggang ku kaku..sakit luar biasa, ga bisa bergerak. Berbagai cara gerakan yang biasa kuambil untuk menetralisir nya ga mempan..sakit dan sakit.. beberapa saat aku cuma bisa jadi patung berdiri kaku..sambil meringis nahan sakit, sempat2 nya kami "curiga" kalo penunggu kantor marah karena wilayahnya kami pake buat latian tanpa permisi..hehe...sakit juga, nyengir juga..


Sekitar satu jam lebih aku berusaha ngilangin rasa sakit dan kaku, dengan berbagai cara ga berhasil.. akhir nya kuputuskan turun, jalan pelan-pelan menuju mobil. Bingung juga gimana caranya nyetir mobil kalo gini, alamat ga bisa pulang nih. Sambil nunggu nyeri nya hilang (mudah2an cepet netral) aku masih ngobrol2 sama mas satpam. Cari solusi gimana caranya pulang..karena ga ketemu cara yang tepat, aku paksain aja masuk mobil, aduuhhh..sakit dan ga bisa masuk. beberapa kali ku coba masuk mobil ga bisa juga. Udah hampir jam 11 malem..

Dengan sekuat hati aku paksa..akhirnya berhasil masuk mobil, pelan2 ngatur posisi duduk yang agak nyaman..dan aku pulang. Untung jalan dah sepi, aku nyetir pelan-pelan..
Sampe rumah jam 12 malem, istri tercinta udah gelisah nunggu di rumah..


Photo AlbumGan Uweh (1 photo)Mar 31, '08 11:16 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Photo AlbumSahabatSilat (12 photos)Mar 31, '08 10:17 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
rekaman berbagai peristiwa menyangkut para sahabat dan kegiatan silat

Photo AlbumTokoh-tokoh Silat (3 photos)Mar 28, '08 2:25 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd


LinkJALAN PETARUNG-EryantonFeb 8, '08 4:01 AM
for everyone
Link: http://jalanpetarung.blogspot.com

Mau tau tentang JKD? di sini tempatnya

Photo AlbumMAENAN (17 photos)Feb 7, '08 8:05 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
potret beberapa gerakan pada maen pukulan KONG IYI dari Kemanggisan
yang diambil secara acak

Blog EntrySEKILAS MAEN PUKULAN KONG IYI (2)Feb 6, '08 5:19 AM
for everyone

Beberapa teman yang sempet ngeliat (sedikit) langkah maen pukulan ini langsung nyeletuk : “wah, maenan Sabeni tuh….”. Loh kok bisa sih? hehe…emang sama yak?

Setelah sempet ketemu Bang Izul dan Bang Rosyid (Sabeni Rahmat) di Padepokan Silat TMII dan murid-muridnya memperagakan maenan Sabeni, baru ngeh deh.

Ternyata ada unsur persamaan (ciri khas) di sabetan kaki. Tapi kalo langsung diambil kesimpulan itu maenan Sabeni? Kayaknya ngga juga deh.

 
Ada beberapa perbedaan :

  1. Maenan Kong Iyi Cuma terdiri dari 7 langkah; (langkah 1, langkah 2, langkah 3, langkah 1 puter, langkah 2 puter, langkah 4 dan langkah 5);
  2. Arah gerak langkah dari sikap pasang tidak ke satu jurusan, tetapi bolak-balik (4 arah) posisi akhir tidak sama dengan sikap pasang walaupun di tempat yang sama;
  3. Ada gerak pecah (pecah langkah), desek (seser) trus robah arah gerak dengan mengubah posisi kaki (bisa dianalogikan dengan jurus pancer nya Cikalong);
  4. Gerak pecah langkah disusul dengan sabetan kaki;
  5. Sabetan kaki diimbangi dengan tangkep-lepas atau gedor dada;
  6. Sabetan kaki tidak Cuma se arah, tapi kanan-kiri-belakang, terutama mulai dari langkah 1 puter;
  7. Waktu menyabet posisi badan tidak tegak, pinggang sampe bahu ikut membantu gerak sabetan;
  8. Posisi ideal adalah setengah badan, jarak antara kedua kaki agak lebar, posisi kaki yang di depan menekuk kokoh (istilahnya : betaju); yang di belakang mengikuti agar posisi mantap, kokoh dan nyaman (berumah)
  9. Jarak antara kedua tangan harus berdekatan, dekat ke badan (tidak lurus ke depan), kedua tangan harus cepat berganti (susul menyusul) dalam setiap gerakan dan kondisi) dengan konsep tangkep-lepas;
  10. Pergelangan tangan luwes;
  11. Fungsi tangan kiri dan kanan untuk tangkep-lepas (buat mukul juga donk…);
  12. Ada kiyud dan tengok, yaitu egosan pundak dan buang kepala pada setiap gerakan pecah;

 
Prinsip dalam sambut :

  1. Serangan oleh tangan harus ditangkep, tapi sekaligus juga jangan di tahan kalau musuh berontak;
  2. Prinsip serangan rata-rata sama dengan maenan betawi lainnya, yaitu sekali masuk harus “dapet”;

Demikian sekilas prinsip dan ciri-ciri khas maenan Kong Iyi

Kembali ke persamaan dengan maenan Sabeni, kalao di Kemanggisan ada maenan yang sabetannya mirip dengan sabetan Sabeni. Maenan ini diajarkan oleh Kong Ce’od buta, masih sodara misan Kong Iyi. Kong Ce’od juga guru pukul dan satu-satunya guru pukul dari Kemanggisan yang cukup di kenal orang.

Persamaan dengan maenan Sabeni terletak di sabetan kaki dan posisi badan waktu nyabet. Nah, menurut cerita  Kong Ce’od dulu pernah belajar ke Kong Sabeni, terutama belajar kelabang nyebrang nya.

 

Kong Iyi sewaktu masih hidupnya tidak pernah bercerita dari mana asal permaenannya, siapa gurunya dan di mana belajarnya? Tidak juga memberi tahu apa nama dari maenannya. Sewaktu murid-muridnya ingin memberi nama dengan silat KERA PUTIH, Kong Iyi melarang sekaligus  juga tidak membolehkan untuk membentuk perguruan resmi (formal/PS).

 
Sebagai orang yang masih terhitung cucu keponakan dari Kong Iyi, saya merasa sayang apabila maenan ini lama-kelamaan akan hilang begitu saja. Saat ini hanya ada satu orang yang pernah dinyatakan lulus oleh Kong Iyi dan berhak mengajar (paman/ncing saya).

 
Oleh karena itu secara bertahap saya akan berusaha mengumpulkan informasi dan menggali asal-usul dari maenan Kong Iyi ini. Mudah-mudahan ada titik terang dan kemudahan. Amiin…

 

AR

Yang masih mencari


LinkSunan's blogFeb 6, '08 2:57 AM
for everyone
Link: http://srdananjaya.blogspot.com/

Mau tau tentang Perisai Diri? di sini tempatnya

Blog EntryBELAJAR SILATJan 30, '08 9:25 PM
for everyone
Belajar silat tuh untuk apa?
mo jadi jagoan? udah bukan jamannya...
mo bekelai, mo menang-menangan; lah kayak di komik ato di pilem aja jadinya..
Ato, untuk kesehatan mungkin? kalo itu mah olah raga lain juga banyak. Mau fitness, joging, senam, ataupun olahraga permainan mungkin lebih menarik (sepak bola, futsal, ping pong, badminton, tenis atau golf).  Nah belajar silat... capek juga, badan pada sakit juga. Di bontang-banting, dipukul, diplintir tangannya, waduuuhhh, cepek deh...

Lalu, buat apa belajar silat? saya sendiri juga ga pernah tau untuk apa belajar silat. Sebagai anak betawi yang besar dilingkungan betawi, silat yang disebut maen pukulan, adalah pemandangan sehari-hari, kebiasaan, budaya dan sesuatu yang rasanya mutlak dimiliki.

Hampir tiap malem di rumah, waktu saya masih bocah, ada orang belajar maen pukulan. Dan secara naluri saya mulai mengikuti langkah-langkah yang orang2 pelajari. menjelang lulus SD, gerakan dan langkah2 tersebut secara ngawur terus saya asah. Masuk masa SMP sampai SMA baru mulai belajar beneran. Hasilnya? gagah-gagahan boo.....pede banget dah. Serasa jadi jagoan bener. hahaha...

Lulus SMA, udah mulai "tobat" hehe...dan terus berlanjut putus cinta dengan silat ini sampai lulus kuliah, kerja dan merid. Setelah melanglangbuana dalam tugas, tahun 2003 akhir kembali ke Jakarta. Dan, Cinta Lama Bersemi Kembali. Jatuh cinta lagi ama yang namanya maen pukulan.

Nah, kembali lagi ke pertanyaan awal. Buat apa belajar silat? Pada fase ini saya tidak lagi memperdulikan tujuan belajar silat, yang saya pelajari; tepatnya  yang saya  lestarikan, adalah produk budaya warisan keluarga. Maenan ini adalah karya cipta Kakek (ngkong) misan dari ibu saya. Beliau sudah almarhum. Satu2 nya murid beliau masih terhitung paman, sudah tidak mengajar lagi. Jadi saya putuskan untuk "mengundangnya" mengasah kembali dan menghidupkan kembali warisan ini. Jadilah setiap malam minggu, kami berlatih lagi. Ga bisa diceritain deh ancurnya badan, seseknya nafas. Nah, coba bayangkan udah 20 tahun badan ini dimanja dengan tidak pernah berolahraga. Tulang keropos, otot kaku, paru2 penuh asap rokok. Sekarang dipaksa lagi untuk bergerak full power

Pada fase ini saya juga mulai berkenalan dengan pencak silat dari aliran lain2 . Tambah cinta dengan yang namanya silat, di samping tentu saja merasa jadi orang terbodoh sedunia dalam hal persilatan ini. Makin banyak kenal orang, makin banyak belajar dari orang2 yang udah mumpuni, saya makin takut untuk sekedar bertukar tangan dalam emosi.

Jadi, apakah tujuan belajar silat untuk pelestarian? untuk menambah wawasan, untuk menambah teman, atau bahkan untuk menjadi bodoh? buat saya mungkin iya. Buat orang lain belum tentu.

Pada saat belajar kita merasakan sakit dipukul, dibanting, diplintir dsb. Kita  juga tau titik-titik tertentu pada tubuh yang kalau diserang bisa membawa maut, minimal kesakitan dan tidak sadar. Jadi, kalau kita bisa silat tentu harus berfikir ulang untuk menyerang orang lain. karena bagi kita yang tau dan mengerti silat, menyerang tentu tidak asal-asalan, serangan kita akan terarah dan ini akan berbahaya bagi orang lain. Dengan belajar silat akan timbul rasa sayang terhadap  orang lain, bahkan terhadap musuh. Serangan musuh bagi yang "mengerti silat" akan dilumpuhkan dengan teknik yang bisa "menyelamatkan musuh dari bencana".

Jadi silat , silek, pencak, maen po, peupeuhan, maen pukulan dll istilah ini pada zahirnya adalah mencari teman (silaturahmi); batinnya mencari TUHAN.

Wallahu alam bisawwab


Blog EntryMaen Pukulan Kong IyiDec 25, '07 9:00 PM
for everyone

Tidak ada nama dari aliran ini. Beda dengan Cingkrig, Kelabang Nyebrang dan maenan Betawi lain yang dapat ditelusuri asal-usulnya, warisan dari Alm Kong Iyi ini tidak bernama. Almarhum sendiri bukan seorang tokoh silat yang melegenda, beliau tidak terkenal di tanah Betawi, hanya sekitaran Kemanggisan. Kong Iyi adalah orang kampung biasa yang tidak suka menonjolkan diri dengan ilmu nya. Pekerjaannya adalah tukang cat mobil. Murid-muridnya hanya para orang dekat, anak-cucu, keponakan dan tetangga sekitar.  Karena beliau masih terhitung Kakek saya dari Ibu (Ibu saya adalah keponakannya), maka saya nekat memberanikan diri untuk memperkenalkan maenan warisan beliau)

Kenapa? karena semasa hidupnya Almarhum tidak mengijinkan maenan ini dipublikasikan, murid2 nya dilarang keras pental-pentil, belagu, sok jago....bahkan "orang luar" yang mau belajar akan kesulitan dapat ijin nya.

Dengan niat melestarikan warisan beliau, agar tidak hilang ditelan jaman maka saya mencoba memperkenalkan maenan ini. Walaupun saya sendiri belum dapat dikatakan bisa maen pukulan ini

Maenan ini sangat singkat hanya terdiri dari 3 jurus dan 7 langkah. Pada Jaman Kong Iyi melatih maen pukulan, murid-murid harus belajar tiga jurus yang dilatih terus menerus. Tujuan melatih jurus ini adalah mengokohkan kuda2, melatih keluwesan dan reflek. Dalam isitilah kita, supaye betaju, artinya kokoh dan pas penempatan kaki depan.

  • Jurus Pukul
  • Galeng
  • Jugil
  1. Jurus Pukul : ini adalah jurus pertama. Jurus ini sederhana, dilakukan dengan memukul ke depan, gerakan hanya maju. Posisi tubuh harus setengah badan, walaupun pada tahap awal tidak harus setengah badan. Posisi tangan dan kaki harus berlawanan. Apabila tangan kanan memukul, kaki yang di depan adalah kaki kiri, tangan kiri terbuka dengan jari rapat menghadap keatas berada di atas pergelangan tangan kanan. Begitu seterusnya. Gerakan kaki tidak melangkah, tapi menyusur tanah. Perpindahan posisi kaki ada ditempat yang sama, artinya pada saat kaki kiri maju maka penempatannya adalah di posisi kaki kanan. Jurus ini dilatih terus dengan gerakan maju, sekuat muridnya, tanpa pola. artinya gerakan mengikuti bentuk ruangan, area tempat berlatih.
  2. Galeng : Pola gerakan sama dengan jurus pukul, hanya sebelum tangan kanan memukul, punggung tangan  kiri dipukulkan ke paha sebelah dalam kaki kiri, kira-kira setengah jengkal sebelum lutut, setelah itu tangan kanan memukul telapak tangan kiri dilanjutkan dengan gerakan memukul seperti jurus pertama. Begitu juga sebaliknya dan seterusnya.
  3. Jugil : Ini jurus ketiga. Posisi kuda-kuda sama dengan dua jurus pertama. Kaki kiri di depan posisi tubuh 3/4 badan. Bentuk Tangan Kanan  seperti menyikut, digerakan dari atas kebawah merapat di ketiak dibarengi dengan menurunkan badan jadi serendah mungkin. Secepat setelah itu tangan kiri memukul lurus kedepan dan ditarik secepat mungkin dilanjutkan dengan kaki kiri menyabet dan berganti posisi dengan kaki kanan. Pergantian posisi kaki ini diteruskan dengan gerakan selanjutnya yaitu kebalikan dari yang pertama, artinya kaki kanan didepan, tangan kiri membentuk sikut digerakan dari atas ke bawah, tangan kanan pukul lurus ke depan, tarik kembali, kaki kanan menyabet, terus ganti kaki. Begitu seterusnya sampai murid kelelahan

Begitulah 3 jurus dasar yang pada masa Kong Iyi harus dilatih sampai dapat dilakukan dengan posisi setengah badan dan kuda-kuda tidak goyah bila ditendang oleh guru. dan gerakan maju dilakukan dengan mulus menyusur tanah.

Apabila tiga jurus ini sudah dapat dimainkan dengan mantap, murid baru belajar langkah-langkahnya.  Walaupun pada prakteknya terkadang dilatih bersamaan yaitu setelah latihan jurus dan istirahat, murid dapat berlatih langkah. Hal ini khusus nya bagi murid yang dianggap cepat tanggap. Salah satu murid nya yang berhasil menguasai maenan ini adalah keponakan beliau, yang sampai sekarang masih mau melatih. Tetapi Keponakan ini masih berpegang teguh pada amanat almarhum, yaitu tidak melatih "orang luar".

Inilah sekilas perkenalan dengan maenan warisan. Bagi rekan-rekan sahabat, para pendekar dan ahli-ahli silat yang sudah berpengalaman mungkin dapat memberi masukan barangkali ada persamaan dengan gerakan dari aliran atau perguruan lain. Karena salah tujuan lain dari kenekatan saya ini adalah untuk mencari pertautan dan asal-usul dari Maenan Kong Iyi ini.

Yang Masih Bodoh,

AR

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help